600.000 orang tenaga honorer kategori 2 seluruh Indonesia akan bersaing memperebutkan 200.000 kursi CPNS

Sahabat pembaca setia report CPNS tahun 2013 yang berbahagia, tahukah anda bahwa ada kabar yang menyebutkan bahwa sekitar 600.000 orang tenaga honorer kategori 2 seluruh Indonesia akan bersaing memperebutkan memperebutkan 200.000 kursi CPNS. Berikut ini berita selengkapnya yang bersumber dari Pikiran Rakyat Online.



Pemerintah Akan Angkat 200.000 CPNS dari Honorer

SOREANG, (PRLM).-Pemerintah pusat pada tahun ini akan melakukan rekrutmen pegawai honorer kategori dua untuk menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sebanyak 200.000 orang. Pemkab Bandung sendiri sudah mengajukan pegawai honorer kategori dua sebanyak 3,800 orang untuk mengikuti tes kompetensi CPNS pada Oktober mendatang.
“Tenaga honorer kategori dua bila orang tersebut bekerja di instansi pemerintah, namun honornya berasal bukan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun daerah (APBD),” kata Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kab. Bandung H. Erick Djuriara Ekananta, kepada “PRLM”, Sabtu (23/3).
Menurut Erick, mulai tahun ini pemerintah akan mendapat kembali CPNS meski khusus untuk tenaga honorer bukan dari masyarakat umum. “Kalau penerimaan CPNS dari jalur umum belum dibuka. Mungkin masih diberlakukan intermission. Tenaga honorer kategori dua seperti intellectual-intellectual honorer di sekolah-sekolah negeri yang sudah dilakukan pendataan tahun lalu,” katanya.
Jumlah tenaga honorer kategori dua seluruh Indonesia yang akan bersaing memperebutkan 200.000 kursi CPNS, kata Erick, sebanyak 600.000 orang. “Sistem rekrutmen dengan tes kompetensi yang hasilnya diurut menurut nilai tes. Jadi, peringkat satu sampai 200.000 akan otomatis direktur menjadi CPNS untuk mengisi formasi yang ada,” katanya.(A-71/A-107)***


Sambil menunggu  perkembangan kabar penerimaan CPNS Tahun 2013 selanjutnya, ada baiknya anda mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian TKD dan TKB mulai dari sekarang. Anda harus mempersiapkan diri agar dapat lolos dari seleksi ambang batas nilai yang merupakan kunci sukses lolos CPNS jalur umum dan honorer tahun 2013. Kabarnya untuk tes seleksi umum mulai tahun ini pemerintah akan menggunakan metode baru berupa Pad Assissted Ordeal (CAT). Sesuai  Inpres Thumbs down. 1/2013,Presiden juga memerintahkan Badan Kepegawaian Negara (BKN) bersama-sama Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah agar mengembangkan sistem Seleksi CPNS/PNS dengan menggunakan Pad Helped Ordeal (CAT).Pada tahap awal tahun 2013 ini, Presiden memerintahkan BKN untuk bisa menerapkan rekrutmen berbasis CAT untuk 18 instansi pemerintah.

Nah, untuk anda yang belum terbiasa dengan komputer dan ingin menjadi CPNS, mungkin ada baiknya anda mempersiapkan diri mulai sekarang. Bagi yang sudah terbiasa mengikuti ujian dengan komputer mungkin ujian seperti diatas dengan menggunakan CAT bukan suatu masalah yang serius, namun untuk yang belum terbiasa dengan komputer ada baiknya anda membiasakan diri mengerjakan soal-soal latihan pada komputer. Salahsatu alternatif yang bisa anda coba adalah software yang dapat anda download dari LATIHANSOAL. Ujian dengan menggunakan CAT ini kabarnya akan mulai diselenggarakan setelah disahkannya Rancangan undang-undang Aparatur Sipil Negara. CAT merupakan salah satu Instant Wins (layanan unggulan) BKN yang terbukti mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap instrumen tes kepegawaian  secara transparan, obyektif, cepat, dan dapat dipercaya.


Keunggulan software ini dibanding ebook pdf  adalah dapat digunakan tanpa internet / offline, dapat di bring up to date, ada waktu pengerjaaan, interaktif, ada nilai notch latihan, dapat mereview kembali hasil latihan, otomatis dapat tahu kunci jawaban setelah menjawab, dapat mengacak soal (sehingga anda dapat mengulang kembali), dapat mengacak jawaban (sehingga anda dapat mengulang kembali). Software ini dapat juga dijalankan di perangkat ipad dan apparatus.



Namun ada juga berita yang menyatakan bahwa untuk ujian seleksi cpns tahun ini masih diselenggarakan secara blue-collar dengan tes tulis menggunakan LJK dikarenakan masih terbatasnya sarana dan prasarana. Pemerintah rencananya akan bekerjasama dengan konsorsium perguruan tinggi. Untuk tes blue-collar yang masih menggunakan LJK, maka latihan soal dari situs CPNSONLINE mungkin akan sangat cocok bagi anda. Kabarnya CPNSONLINE akan melakukan perubahan atau perombakan total dalam materinya untuk menyesuaikan dengan UU Aparatur Sipil Negara yang saat ini sedang dibahas secara intensif antara pemerintah dan DPR agar dapat segera disyahkan.


Demikian, semoga bermanfaat.


Pengumuman CPNS – Guru Swasta dan Honorer Terabaikan

Pemerintah dinilai kurang memberikan perhatian kepada intellectual swasta dan honorer (non-PNS). Padahal, tidak sedikit dari mereka yang memiliki beban kerja sama atau bahkan lebih ketimbang intellectual-intellectual PNS.

Ketua Umum PB PGRI Sulistiyo mengatakan, masih sangat banyak intellectual non-PNS yang memperoleh penghargaan atau penghasilan yang jauh dari layak, meskipun mereka telah bekerja penuh selama satu minggu. Karena itu, pihaknya mengusulkan kepada pemerintah untuk membuat standar nominal penghasilan bagi para intellectual. Hal itu sebagai salah satu wujud penghargaan terhadap jasa intellectual sebagai ujung tombak pendidikan.

”Kami usulkan ada standar nominal penghasilan intellectual. Negara ini aneh, pekerja saja diatur penghasilan minimalnya, tapi kenapa intellectual tidak? Supporter­dahal, mereka (intellectual non-PNS) banyak yang bekerja penuh dan ber­­prestasi,” ungkap Sulistiyo kepada Suara Merdeka, di Jakarta, kemarin.

Peraturan Pemerintah

Menurutnya, aturan tentang standar nominal penghasilan intellectual tersebut diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP). Pemerintah dinilai mampu memberikan subsidi penghasilan kepada intellectual honorer dan intellectual swasta, sehingga tercipta standar nominal penghasilan. Sebab, anggaran negara yang dialokasikan untuk pendidikan sangatlah besar.

”Kalau misalnya disubsidi Rp 500.000 se-Indonesia, saya kira pemerintah masih mampu,” tuturnya.

Dia mengemukakan, sampai saat belum ada kesetaraan dalam bidang kepegawaian antara intellectual non-PNS dengan intellectual PNS. ”Seharusnya diperlakukan sama supaya punya kepangkatan seperti dosen-dosen PTS yang punya pangkat sama persis dengan dosen PNS, tapi intellectual tidak,” ungkapnya.

Intellectual non-PNS yang memiliki kepangkatan hanya yang melalui proses inpassing. Akan tetapi, menurut dia, Peraturan Menteri (Permen) yang mengatur inpassing sekarang sudah tidak berlaku.

Intellectual-intellectual honorer di sekolah negeri yang diangkat langsung oleh sekolah tidak dapat mengikuti sertifikasi, meskipun tak jarang beban kerja dan kemampuan kerja mereka sama dengan intellectual lainnya. Hal tersebut tertera dalam pedoman sertifikasi intellectual.

”Padahal, di PP tentang intellectual itu sudah diizinkan. Pemerintah tidak rational, manajemen intellectual sangat tidak baik. Banyak persoalan yang tidak terselesaikan,” tandas anggota Komite III DPD RI itu. (K32-37)