KemenPAN dan RB Jamin Hasil Tes CPNS 2012 Murni tanpa Manipulasi Hasil.

Deputi SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN dan RB), Ramli E Naibaho menjamin hasil tes CPNS kategori khusus dan kebutuhan mendesak akan murni. Indikatornya dilihat dari ketatnya pengolahan lembar jawaban peserta di Gedung BPPT.
“Saya optimis hasil tes CPNS yang akan diumumkan nanti murni. Karena proses penerimaan lembaran jawaban kerja (LJK) sampai pengolahan lembar jawaban yang dilakukan di Gedung BPPT sangat ketat,” kata Ramli di Gedung BPPT, Kamis (13/9).

Dijelaskannya, pengetatan itu terlihat dari hanya petugas yang boleh masuk ke Gedung BPPT. Selain itu harus mengisi daftar, jam berapa masuk, menggunakan ID ticket khusus panitia, dan kalau keluar juga harus menuliskan jam keluarnya. Di dalam ruangan, pihak BPPT juga sudah pasang pengaman, sehingga semua alat komunikasi tidak dapat beroperasi, tidak dapat mendapat atau mengirim SMS. Akses internet juga diputus, semuanya bound.
“Saya juga harus mendaftar, setiap masuk atau keluar. Jadi sangat ketat, untuk menjaga keamanan dan kerahasiaan,” ujar Ramli.
Dalam prosesnya, lanjutnya, petugas yang mengirimkan LJK diverifikasi secara teliti, dengan mencocokkan lembar jawaban, daftar hadir, nomor ujian dan facts-facts lain. Di sini harus apparent, dan kalau ada lembar jawaban tidak ada tanda tangan di daftar hadir, langsung dicoret dan tidak lulus.
“Proses selanjutnya, pemindaian, scanning, dan terakhir validasi ulang. Nah, setiap tahapan harus ada berita acaranya. Jadi bila dilihat dari ketatnya proses ini, saya optimis hasilnya akan murni,” terangnya



41 Instansi Butuh 11.552 CPNS

JAKARTA–41 instansi akan membuka tes CPNS dari jalur umum. Ditawarkan untuk mengisi kebutuhan 11.552 CPNS, yang terdiri dari 8.815 CPNS instansi pusat, dan 2.737 Pemda. Penerimaan jalur umum ini menambah jumlah CPNS yang diterima dari jalur kedinasan.

Calon pegawai negeri sipil (CPNS) dari pendidikan kedinasan tahun 2012 ini tercatat sebanyak 4.219 orang. Kesemuanya tersebar di tujuh instansi, yakni Kementerian Dalam Negeri 1.494 orang, Kementerian Keuangan 1.607 orang, Setjen BPK 80 orang, BPS 273 orang, BIN 59 orang, BPKP 510 orang, dan BMKG sebanyak 196 orang.

“Tadinya ada 48 instansi pusat dan daerah yang akan merekrut 14.590 CPNS dari jalur pelamar umum, dan 4.129 dari ikatan kedinasan. Tapi kemudian Kemenko Polhukam menunda pelaksanaan rekruitmen, dan empat pemda yakni Kabupaten Labuhan Batu Selatan, Kota Surabaya, Kota Sibolga, dan Kabupaten Labuhan Batu Utara juga menundanya,” jelas Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN&RB) Tasdik Kinanto dalam keterangan persnya, Selasa (28/8).

Sebenarnya, lanjutnya, tahun ini sebanyak 22 K/L melakukan rekruitmen CPNS, namun dua instansi di antaranya, yakni Kementerian Dalam negeri dan Badan Intelejen Negara (BIN)



KemenPAN dan RB Jamin Hasil Tes CPNS 2012 Murni tanpa Manipulasi Hasil.

Deputi SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN dan RB), Ramli E Naibaho menjamin hasil tes CPNS kategori khusus dan kebutuhan mendesak akan murni. Indikatornya dilihat dari ketatnya pengolahan lembar jawaban peserta di Gedung BPPT.
“Saya optimis hasil tes CPNS yang akan diumumkan nanti murni. Karena proses penerimaan lembaran jawaban kerja (LJK) sampai pengolahan lembar jawaban yang dilakukan di Gedung BPPT sangat ketat,” kata Ramli di Gedung BPPT, Kamis (13/9).

Dijelaskannya, pengetatan itu terlihat dari hanya petugas yang boleh masuk ke Gedung BPPT. Selain itu harus mengisi daftar, jam berapa masuk, menggunakan ID ticket khusus panitia, dan kalau keluar juga harus menuliskan jam keluarnya. Di dalam ruangan, pihak BPPT juga sudah pasang pengaman, sehingga semua alat komunikasi tidak dapat beroperasi, tidak dapat mendapat atau mengirim SMS. Akses internet juga diputus, semuanya bound.
“Saya juga harus mendaftar, setiap masuk atau keluar. Jadi sangat ketat, untuk menjaga keamanan dan kerahasiaan,” ujar Ramli.
Dalam prosesnya, lanjutnya, petugas yang mengirimkan LJK diverifikasi secara teliti, dengan mencocokkan lembar jawaban, daftar hadir, nomor ujian dan facts-facts lain. Di sini harus apparent, dan kalau ada lembar jawaban tidak ada tanda tangan di daftar hadir, langsung dicoret dan tidak lulus.
“Proses selanjutnya, pemindaian, scanning, dan terakhir validasi ulang. Nah, setiap tahapan harus ada berita acaranya. Jadi bila dilihat dari ketatnya proses ini, saya optimis hasilnya akan murni,” terangnya



Anggaran Ditolak, Honorer K2 Terancam tak Diangkat

JAKARTA--Minimnya dana yang dianggarkan untuk Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) ikut mempengaruhi proses pengangkatan honorer kategori dua (K2) menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Pasalnya, dana yang dibutuhkan sekitar Rp14,8 miliar tidak masuk dalam pagu anggaran 2013.

“Pagu anggaran KemenPAN&RB di 2013 yang disetujui Menkeu adalah Rp 201,2 miliar. Karena itu kami sudah memohonkan tambahan anggaran Rp 179,4 miliar untuk masuk di anggaran 2013,” ungkap SesmenPAN&RB Tasdik Kinanto dalam rapat dengar pendapat Komisi II DPR RI dengan pejabat eselon I paguyuban KemenPAN-RB di Senayan, Senin (10/9).

Dijelaskannya, permohonan tambahan anggaran tersebut sudah disetujui Komisi II DPR, sayangnya belum ada respon dari bendahara negara (Menkeu). “Surat yang kami layangkan belum juga dibalas Menkeu. Padahal kami menyatakan Komisi II DPR juga sudah setuju,” keluhnya.

Dalam permintaan tambahan anggaran tersebut, ada komponen pembiayaan pengangkatan honorer K2 menjadi CPNS sebanyak Rp 14,8 miliar. Di samping menutupi kekurangan pembayaran tunjangan kinerja Rp 7,4 miliar dan percepatan reformasi birokrasi Rp 24 miliar.

“Kalau tambahan dana tidak disetujui Menkeu, bagaimana bisa mengangkat honorer K2. Karena itu kami mohon bantuan DPR untuk membantu masalah ini,” harap Tasdik.

Sementara Wakil Ketua Komisi II DPR RI Ganjar Pranowo mengatakan, bila Menkeu bersikukuh menolak tambahan anggaran tersebut, pihaknya akan memperjuangkan di Anggaran Biaya Tambahan (ABT). “Ini persoalan krusial. Menkeu harus tahu kalau ini curriculum mendesak dan perlu dibiayai. Kalau Menkeu tetap menolak, kayaknya DPR harus bincang-bincang dengan presiden tentang masalah ini,” tandasnya. (Esy/jpnn)



Tes CPNS Honorer K2 Dilakukan Serentak

JAKARTA – Diklaim sukses mengadakan seleksi CPNS pada 8 September lalu, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN&RB) akan melakukan mekanisme serupa dalam tes CPNS dari honorer kategori dua (K2). Seleksi yang digadang-gadang pada April-Mei 2013 itu, akan dilaksanakan serentak dan diawasi oleh beberapa instansi serta LSM.

“Insya Allah April-Mei, honorer K2 dites. Tesnya berupa ujian kompetensi dasar dan ujian kompetensi bidang secara tertulis. Pelaksanaan tesnya dilakukan di hari yang sama. Jadi tidak ada jeda waktu yang panjang,” kata Sekretaris Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (SesmenPAN&RB) Tasdik Kinanto di Jakarta, Selasa (11/9).

Sama seperti pelamar umum, honorer K2 juga akan mendapat sekitar 200 soal yang disusun oleh konsorsium perguruan tinggi negeri (PTN). Bobot pertanyaan di tiap-tiap instansi, disesuaikan dengan instant gratenya. Misalnya di daerah Jawa dan sekitarnya tingkat kesulitannya A dan B, Papua D, Sulawesi C, Sumatera A dan B, Kalimantan B.

“Jadi makin tinggi instant gratenya, soalnya juga makin sulit,” ujarnya.

Master soal dalam bentuk CD-ROM atau CD ini kan diserahkan ke masing-masing pejabat pembina kepegawaian untuk digandakan. Kemudian setelah selesai ujian, soalnya langsung dimusnahkan dan lembaran kerja jawaban diserahkan ke BPPT untuk diperiksa serta diolah konsorsium PTN.

Ditanya apakah saat seleksi CPNS dari honorer K2 juga bersamaan dengan pelamar umum, Tasdik mengatakan, akan disendirikan. “Kalau honorer kan sekitar April-Mei, sedangkan pelamar umum sekitar Agustus-September,” ucapnya.

Untuk diketahui jumlah awal honorer K2 yang masuk ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) adalah 652.458 orang. Jumlah tersebut berdasar facts usulan tentang tenaga honorer dari 28 instansi pusat dan 487 instansi daerah. Namun setelah perekaman, jumlah tersebut berkurang menjadi sekitar 570 ribu.(esy/jpnn)



ICW Pengawas Resmi Seleksi CPNS

JAKARTA, FAJAR – Sistem perekrutan calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2012 merupakan cerminan perekrutan pada tahun 2013. Indonesian Corruption Mind (ICW) resmi ditunjuk menjadi pengawas penerimaan CPNS di seluruh daerah

BERBAGA langkah reformasi ditempuh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) guna menggelar seleksi yang bebas kolusi, korupsi, dan nepotisme. Langkah-langkah yang dimaksud di antaranya, tetap memberlakukan pengajuan kuota berdasarkan kebutuhan. Yakni melalui analisis jabatan, analisis beban kerja, dan disesuaikan dengan belanja pegawai masing-masing instansi. Khususnya tidak melebihi 50 persen dari APBD.

“Seterusnya akan begitu, setiap dilakukan penerimaan harus dilakukan riset sebagai pertanggungjawaban,” ujar Sekretaris Kemenpan-RB, Tasdik Kinanto, di Jakarta, Kamis, 30 Agustus.

Selanjutnya pengamanan yang lebih ketat. Selain menggunakan jasa kepolisian juga melibatkan Lembaga Sandi Negara. “Lembaga Sandi Negara membantu dalam sistem digital, pengamanan sistem sandi pada master soal yang telah diserahkan ke masing-masing instansi penyelenggara CPNS 2012,” kata Tasdik Kinanto yang juga Ketua Panitia Seleksi Pusat Penyelenggara CPNS 2012.

Namun, lanjut Tasdik, draw collectively chic a outline-draw collectively chic a outline dalam compact CD-ROM tersebut belum tidak bisa dibuka. Draw collectively chic a outline berisi master soal seleksi CPNS 2012 tersebut hanya bisa dibuka oleh pegawai Lembaga Sandi Negara yang telah ditunjuk. “Petugas pembuka sandi akan datang ke instansi, setelah instansi tersebut menyatakan kesiapannya melakukan penggandaan soal, jelang pelaksanaan pada 8 September 2012, pekan depan,” ungkap Tasdik.

Selain itu panitia seleksi juga membentuk konsorsium yang melibatkan 10 perguruan tinggi negeri di seluruh Indonesia. Konsorsium bertugas membuat soal bersama kunci jawabannya. Selanjutnya memeriksa fisik lembar jawaban peserta CPNS yang diambil dari masing-masing instansi peyelenggara. Terakhir, konsorsium meyerahkan hasil pemeriksaan tersebut kepada panitia seleksi pusat bersama laporan.

Berikutnya menyertakan lembaga independen dalam pengawasan. ICW sendiri resmi ditunjuk menjadi pengawas penerimaan CPNS di seluruh daerah. Penandatanganan kerja sama telah dilaksanakan antara Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Azwar Abubakar, dengan Koordinator ICW, Danang Widoyoko, belum lama ini.

Menurut Azwar, ICW akan mengawasi pelaksanaan CPNS mulai pendaftaran, penggandaan dan penyebaran soal, saat ujian, pemeriksaan, hingga pengumuman. Jika ditemukan ada unsur kolusi, korupsi, dan nepotisme, ICW akan meneruskannya ke aparat hukum. (fmc)

Sumber : fajar



Turun, Minat Pemda Rekrut CPNS

JAKARTA–Minat pemerintah daerah untuk merekrut Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) baru, mulai berkurang. Dari kuota yang disiapkan pemerintah untuk CPNS dari instansi pemda sebanyak 2.737 orang, hanya terisi 2.344.

“Kuota untuk pemda memang berkurang jumlahnya. Karena terdapat empat pemda urung melakukan rekruitmen tahun ini, sehingga jumlahnya berkurang 393 orang,” ujar Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN&RB) Tasdik Kinanto di Jakarta, Selasa (28/8).

Dengan berkurangnya jumlah tersebut, lanjutnya, lowongan CPNS untuk pemda tinggal 2.344 orang,