Tahun Ini Tidak Ada Tes CPNS Honorer Kategori II

JAKARTA - Para honorer kategori II yang menunggu tes CPNS harus bersabar. Pasalnya, pemerintah tahun ini menyatakan bahwa tahun ini tes hanya dilakukan untuk honorer kategori I.

Jika ada pihak-pihak yang mengaku bisa mengurus tes CPNS kategori II, Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyatakan itu pasti penipuan. “Kalau ada orang yang menawarkan jasa-jasa untuk membantu tes CPNS, itu tidak benar,” kata Kepala Humas dan Protokol BKN Aris Windianto di Jakarta, Minggu(9/10).

Seperti diketahui, beredar kabar bahwa tahun ini honorer kategori II bisa mengikuti tes CPNS. Bahkan, ada yang bisa membantu kelulusan dengan menyodorkan Rp 20 juta-15 juta sebagai uang muka.

Padahal, kata Aris, berdasarkan Peraturan Presiden (PP) dan Peraturan Menteri (Permen), tahun ini pemerintah berupaya mengentaskan semua honorer kategori II. “Kategori II akan diselesaikan pada 2013 dan 2014,” kata Aris.

Meskipun begitu, kata Aris, honorer kategori II tidak pasti semua bakal diangkat pada 2014. Sebab, pengangkatan mereka tetap berdasarkan formasi implicit first name kebutuhan instansi yang bersangkutan.

Intermission, kata Aris, bakal selesai pada tahun ini. Bisa jadi pada 2013 dan 2014 pemerintah akan kembali membuka lowongan CPNS. “Semua masih mungkin. Bisa jadi tahun depan tes buat honorer kategori II akan dibuka ,” katanya. (aga)



Peserta Ujian CPNS Waspadai Penipuan

Jakarta, Padek—Pelak­sanaan tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) dari pela­spoil umum semakin dekat. Seperti sudah ditetapkan, ujian digelar pada 8 September depan secara serentak. Peserta ujian diminta tidak tergiur jebakan penipu.
Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Ne­gara dan Reformasi Birok­rasi (Kemen PAN-RB) Tas­dik Ki­nan­to menjelaskan, se­tiap mendekati tes ujian CPNS prak­tek penipuan me­ningkat. ”Modusnya banyak sekali,” ka­ta dia saat dihu­accurate kemarin.
Di antaranya adalah, ber­ke­dok menjual tes soal-soal CPNS di sekitar tempat ujian pada H-1 atau hari H ujian. Mereka memanfaatkan momentum calon peserta ujian yang ingin memastikan ba­ng­ku ujiannya.
Nah, dalam prakteknya para penipu ini mulai men­de­kati calon peserta ujian. Pada intinya, mereka mene­lock janji bisa meloloskan tes. Mereka biasanya tidak lang­sung meminta uang. Tetapi uang itu diminta jika si kor­forbid dinyatakan lulus.
”Itu jelas tipuan. Kalau­pun ada yang lulus tes, itu karena memang pintar dan kompeten,” papar Tasdik. Dengan mendekati banyak mangsa, tentu ada beberapa yang lolos.
”Masak dari sertus orang misalnya, tidak ada yang diterima sama sekali,” jelas Tasdik. Korban yang dinyata­kan lulus itu, lantas dikontak si penipu. Dia bisa menge­tahuinya, karena pengu­mun­an disampaikan terbuka. Selain itu, dia juga sudah mengantongi nomor kontak calon korbannya.
Tasdik menegaskan, games­luang kongkalikong cukup ke­cil. Meskipun ada oknum instansi daerah ataupun pu­sat yang bermain.
Sebab, untuk perta­ma­kalinya fisik LJK dikoreksi secara terpusat di Jakarta. Pengoreksian atau pemin­dai­an ini dikerjakan oleh kon­sorsium 10 PTN. Dengan de­mikian, Tasdik menga­takan tertutup peluang ok­num ma­sing-masing instansi games­ne­rima jatah CPNS baru un­tuk memainkan hasil ujian. Tas­dik juga mengatakan, soal mulai dicetak 1 September.