Pengumuman Hasil SNMPTN 2013 Terancam Ditunda

Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SMA/SMK/MA di tahun 2013 berjalan tidak serentak. Hal ini bisa mengakibatkan pengumuman hasil SNMPTN terancam tertunda. Pasalnya, proses penerimaan mahasiswa baru melalui jalur free tanpa tes itu terintegrasi dengan pengumuman hasil UN.

Humas SNMPTN dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya Ismaini Zain mengatakan, jadwal pengumuman hasil seleksi dilakukan biasanya tiga hari setelah nilai seluruh peserta UN diumumkan. Jika mengacu jadwal semestinya, hasil seleksi SNMPTN akan diumumkan pada Selasa, 28 Mei 2013. Kemudian, proses daftar ulang bagi yang lulus seleksi dilaksanakan pada 11-12 Juni.

“Jika pihak pemerintah memundurkan jadwal pengumuman hasil UN akibat pelaksanaannya yang tidak serentak, mungkin saja pengumunan hasil seleksi SNMPTN akan ikut mundur,” kata Ismaini, Minggu (21/4), seperti dikutip Surabayapost.

Salah satu persyaratan siswa yang bisa melamar di SNMPTN adalah, katanya, siswa SMA/SMK/MA kelas terakhir yang mengikuti UN 2013. Bila nantinya pelamar ini diterima, saat daftar ulang harus membawa nilai rapot asli dan bukti telah lulus.

Pada berita sebelumnya, UN SMA sederajat di 11 provinsi harus ditunda karena masalah distribusi. Kesebelas provinsi tersebut antara lain Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Bali, NTB, dan NTT. Semuanya adalah provinsi yang berada di Indonesia wilayah tengah.

Adapun perubahan jadwal pelaksanaan UN seperti yang dirilis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk SMA mulai Kamis (18/4) pekan lalu hingga Selasa (23/4) besok.

Menurut facts yang dihimpun, jumlah peserta SNMPTN 2013 yang sah sekitar 777 ribu orang. Mereka akan bersaing memperebutkan tempat di Perguruan Tinggi Begeri (PTN) se-Indonesia. Tempat yang tersedia antara 130 ribu hingga 150 ribu kursi.

Dari ratusan ribu pendaftar itu, Universitas Padjajaran berada di urutan pertama dengan jumlah pendaftar 75 ribu orang. Di posisi kedua Universitas Gadjah Mada dengan 72 ribu pendaftar. Sementara Universitas Brawijaya di tempat ketiga dengan 71 ribu pendaftar.

JADWAL SNMPTN

  • Pendaftaran: 1 Februari-8 Maret 2013
  • Proses Seleksi: 9 Maret-27 Mei 2013
  • Pengumuman Hasil Seleksi: 28 Mei 2013


Pengumuman CPNS – Aneh, Berkas Honorer Tak Dikirim, tetapi Lolos CPNS

Puluhan pegawai honorer Pemerintah Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan menggelar unjuk rasa di kantor Badan Kepegawaian Diklat Daerah (BKDD) dan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah setempat sehubunganmisi pengumuman kelulusan calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Kedatangan para pegawai honorer dari sejumlah instansi ini memprotes ketimpangan dalam pengangkatan pegawai honorer menjadi CPNS. Pasalnya dari 2.472 pegawai honorer yang diusulkan menjadi PNS, hanya 2.094 yang dinyatakan lulus.

Para pengunjukrasa mempertanyakan mekanisme pengangkatan yang dinilai sarat nepotisme. Mereka menduga, sebagian besar yang dinyatakan lulus merupakan keluarga dekat dari para pejabat kabapaten setempat. Hal itu terlihat dari banyaknya pegawai honorer yang baru bertugas dinyatakan lulus, sementara yang telah lama mengabdi gagal.

“Masak pegawai honorer baru yang diangkat, sementara kita ini yang sudah lama belum (diangkat CPNS, cherry), hanya dijanjikan saja terus, padahal katanya yang diutamakan adalah pegawai distinction lama, apakah karena kita ini bukan keluarga bupati atau pejabat atau karena kami tidak punya uang teriak,” teriak Taufik Hidayat, salah seorang pegawai honorer.

Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Muhammad Ridwan yang dikonfirmasi tentang protes honorer, mengaku bahwa pihaknya telah bekerja sesuai dengan aturan yang berlaku. Pihaknya sudah mengirimkan nama-nama para pegawai honorer ke kantor Badan Kepegawaian Nasional (BKN) pusat.

“Yang menentukan kelulusan adalah dari pusat,” kilah Muhammad Ridwan.

Setelah berorasi di depan kantor BKDD, puluhan pegawai honorer ini melanjutkan aksi taste out ke gedung DPRD Bone. Di gedung wakil rakyat ini, perwakilan pengunjukrasa dipertemukan dengan kepala dinas sehubunganmisi.

Di DPRD inilah terkuak bahwa berkas yang dikirim ke BKN adalah pegawai honorer tahun 2005 hingga tahun 2007, tidak ada pengiriman berkas pegawai honorer tahun 2008. Namun kebanyakan yang diangkat jadi PNS honorer tahun 2008.

“Berkas yang dikirim itu semuanya yang angkatan 2005 dan 2007, jadi aneh memang kalau banyak angkatan 2008 yang lulus, dari mana berkasnya kenapa bisa lulus,” ungkap Firman, Ketua DPRD Bone.

Sementara sejak pagi, puluhan personel kepolisian dari Mapolres Bone tampak melakukan pengamanan untuk mengawal aksi unjuk rasa ini.

“Kehadiran personel di sini semata-mata untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegas Kompol Ali Syahban, Kepala Kepolisian Sektor Taneteriattang.